Kategori Pelatihan :

MENGGAMBAR 2 DIMENSI DENGAN SISTEM CAD

5
Rated 5 out of 5
5 / 5 bintang (Berdasarkan 1 ulasan)
Sangat baik100%
Bagus sekali0%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+

Share :

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Status Saat ini
Kamu Belum Ikut
Biaya
RP 1.000.000
Yuk Mulai

Deskripsi Pelatihan

Secara umum program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat para pekerja dibidang teknik terutama pada bidang menggambar teknik dalam 2D

Secara khusus program pelatihan ini diperuntukkan untuk para pekerja yang terdampak covid-19. Sehingga dengan adanya pelatihan secara online ini, pekerja dapat meningkatkan keahliannya pada bidang menggambar teknik dalam 2D

Setiap pelatihan akan diakhiri dengan evaluasi, dan setiap peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat digital.

Peserta yang telah melaksanakan pelatihan, agar memberikan ulasan dan rating terhadap pelatihan yang telah diikuti.


Peserta yang ditargetkan

  • Pelatihan ini diperuntukkan untuk para pekerja yang terdampak covid-19, Sehingga dengan adanya pelatihan secara online ini, pekerja dapat meningkatkan keahliannya pada bidang menggambar teknik dalam 2D.
  • Peserta yang ingin memiliki Kompetensi Bidang Menggambar Teknik 2D.
  • Project Leader and Estimator, Contractor and Consultant in construction projects.

Materi Pembelajaran

  1. Menyiapkan piranti sistim pendukung CAD 
  2. Membuat gambar 2D
  3. Menghasilkan luaran

Fasilitas yang didapat

  • SoftCopy Modul / Materi Pembelajaran
  • Video Pembelajaran
  • Teleconference Call
  • Exam
  • Sertifikat Digital
  • Kartu Alumni

Pra-syarat Peserta

  • Minimal Pendidikan SMA / SMK
  • Memiliki Laptop / Computer Min Core i3 Ram 4Gb
  • Jaringan Internet Stabil

Reviews

5
Rated 5 out of 5
5 / 5 bintang (Berdasarkan 1 ulasan)
Sangat baik100%
Bagus sekali0%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Bagus

Rated 5 out of 5
22/01/2021

Bagus

Abdul Rahman

Pelatihan Lainnya

PELATIHAN K3 KEBAKARAN KELAS D

Latar Belakang Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Adapun Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah: 1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan. 3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja. Sasaran dan Manfaat Pelatihan • Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya • Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya • Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran. • Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. • Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran. • Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal

Selengkapnya

Pelatihan P3K (First Aid)

LATAR BELAKANG  Kecelakaan kerja bisa saja terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja ditempat kerja. Oleh karena itu perlu dipersiapkan program mitigasi guna mengurangi akibat atau kerugian dari kecelakaan kerja tersebut. Salah satu program mitigasi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan adalah program Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Program P3K akan bias terlaksana dan berfungi dengan baik dan efektif apabila perusahaan telah memiliki petugas P3K yang kompeten. Untuk memiliki petugas yang kompeten dalam bidang P3K maka perlu pelatihan bagi petugas P3K yang ditunjuk. Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan pelatihan yang membekali pegawai/tenaga teknis menangani pencegahan (prevention) keadaan yang lebih buruk pada kecelakaan di lingkungan kerja.

Selengkapnya

Pelatihan K3 Teknisi Perancah

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kehandalan seorang scaffolder yunior dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sehingga efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja penggunaan scaffolding yang dibangun lebih terjamin. M A N F A A T Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu : A.Mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding B.Mengetahui dan menjelaskan rancang bangun beserta jenis jenis scaffolding C.Merangkai atau memasang : 1.Scaffolding rangka besi (Fabricated frame scaffolding) 2.Scaffolding independent (Tube and coupler scaffolding) D.Menghitung lebar ganjal dan membaca gambar scaffolding E.Memilih dan memasang papan landasan pada lantai kerja dan tangga F.Mengangkat dan menurunkan barang dari dan ke lantai kerja G.Mempergunakan dan menangani tali temali dengan beberapa cara pengikatan D U R A S I Program ini dirancang 40 jam pelajaran @ 45 menit atau 4 hari kerja. PERSYARATAN PESERTA Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka diharapkan peserta hendaknya mereka yang berkecimpung dibidang konstruksi bangunan, keselamatan kerja khususnya bagi mereka yang menangani perancah (scaffolding). M A T E R I Dasar 1. Undang-undang No. 1 tahun 1970 2. Permenaker No.1 / Men / 1980 3. SKB Menaker dan MenPU no.174/Men/1986 4. Pengetahuan dasar perancah 5. Jenis – jenis perancah 6. Standar dan Pedoman teknis perancah 7. Dasar – dasar perhitungan konstruksi perancah 8. Supervisi perancah 9. Penggunaan perancah yang aman 10. Pemasangan dan pembongkaran perancah Praktek dan Evaluasi 1. Praktek dan evaluasi Lapangan a. Memasang dan membongkar scaffolding rangka besi b. Memasang dan membongkar scaffolding independent 2. Evaluasi Akhir

Selengkapnya

Rp. 4.500.000

Training Bekerja di Ketinggian TKBT II

LATAR BELAKANG TRAINING K3 BEKERJA PADA KETINGGIAN Kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian merupakan kecelakaan yang sangat umum dan cukup tinggi dibergai sektor industri. Cedera yang ditimbulkan dari luka karena kecelakaan jenis ini biasanya cukup serius karena bagian-bagian vital tubuh seperti kepala atau kaki menjadi bagian yang paling sering terkena. Seseorang yang jatuh dari ketinggian 2 meter sudah mempunyai peluang untuk mengalami cedera yang fatal. Menurut Permenaker 09 Tahun 2016

Selengkapnya

« » page 1 / 2