Kategori Pelatihan :

Pelatihan K3 Teknisi Listrik

4
Rated 4 out of 5
4 / 5 bintang (Berdasarkan 1 ulasan)
Sangat baik0%
Bagus sekali100%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+

Share :

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Status Saat ini
Kamu Belum Ikut
Biaya
RP 5.000.000
Yuk Mulai

Deskripsi Pelatihan

Pelatihan
Materials

 

LATAR BELAKANG PELATIHAN K3 TEKNISI LISTRIK

Tingginya resiko kecelakaan kerja bidang pekerjaan kelistrikan mendorong seluruh perusahaan yang menangani pekerjaan ini agar menerapkan kebijakan pemerintah demi tercapainya Zero Accident di tempat kerja. Oleh karena itu setiap perusahaan yang bergerak di bidang listrik harus memiliki Ahli K3 Listrik sehingga diharapkan dapat mengawasi jalannya pekerjaan sesuai dengan peraturan perundangan K3 di tempat kerja.

Tersedianya Pelatihan K3 Listrik di perusahaan diharapkan mampu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 di tempat kerja dan mampu memberikan peran optimal dalam organisasi perusahaan dalam mengendalikan resiko kecelakaan kerja.

Dengan mengikuti Pelatihan K3 Listrik ini diharapkan pekerja dapat mengetahui dan mengerti bahaya-bahaya listrik dan mekanikal di tempatnya bekerja sehingga perusahaan akan terhindar dari kerugian-kerugian besar akibat kebakaran ataupun kejadian fatal pekerja.

Pelatihan ini didesain untuk mempersiapkan dan menghasilkan tenaga Ahli K3 Listrik yang dapat melakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian resiko dalam pelaksanaan K3 Listrik:

MANFAAT DAN TUJUAN PELATIHAN K3 LISTRIK

  • Peserta memahami persyaratan K3 Listrik
  • Peserta memahami metode mengidentifikasi potensi bahaya listrik di tempat kerja
  • Peserta memahami metode menggunakan peralatan listrik dengan aman
  • Peserta mengetahui efek arus listrik pada badan manusia,klasifikasi daerah bahaya,isolasi energi (LOTO)
  • Peserta mampu mengembangkan strategi perlindungan kebakaran akibat listrik
  • Mempersiapkan tenaga pelaksana yang mampu melaksanakan K3 Listrik di tempat kerja
  • Mempersiapkan dan menghasilkan tenaga pelaksana yang mampu menjelaskan teknik pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja, khususnya yang terkait dengan pekerjaan listrik.

MATERI PELATIHAN K3 LISTRIK

  • Undang-undang No. 1 Tahun 1970 & Kebijakan K3
  • Pembinaan Pengawasan Norma K3 Listrik
  • Persayaratan K3 Pemasangan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Pembangkitan Listrik
  • Persayaratan K3 Pemasangan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Transmisi Listrik
  • Persayaratan K3 Pemasangan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Distribusi Listrik
  • Persayaratan K3 Pemasangan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Pemanfaatan Listrik
  • Persayaratan K3 Pemeliharaan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Pembangkitan Listrik
  • Persayaratan K3 Pemeliharaan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Transmisi Listrik
  • Persayaratan K3 Pemeliharaan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Distribusi Listrik
  • Persayaratan K3 Pemeliharaan Instalasi, Perlengkapan dan Pelaratan di Pemanfaatan Listrik
  • Persayaratan K3 Sistem Penyalur Petir
  • Persayaratan K3 Sistem Ruang Khusus
  • Identifikasi Potensi Bahaya Listrik
  • Pertolongan Pertama pada Kecelakan Kerja (p3K) di Pekerjaan Listrik
  • Evaluasi & Praktek

Fasilitas yang didapat

  • SoftCopy Modul / Materi Pembelajaran
  • Virtual Class
  • Video Pembelajaran
  • Exam
  • Jacket Almamater
  • Sertifikat Digital
  • Kartu Alumni Digital

Pra-syarat Peserta

  • Minimal Pendidikan SMA / SMK
  • Memiliki Laptop / Handphone
  • Memiliki Jaringan Internet yang Stabil

Durasi Pelatihan K3 Listrik : 6 hari (08.00 – 17.00)

 

Konten Pelatihan

Lebarkan Semua
Pelatihan K3 Listrik

Reviews

4
Rated 4 out of 5
4 / 5 bintang (Berdasarkan 1 ulasan)
Sangat baik0%
Bagus sekali100%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Pelatihan ya bagus

Rated 4 out of 5
08/08/2021

Bisa sya rekomendasikan k teman” sya untuk mengikuti pelatihan di k3 di OTI

Pepen Hendrik Pranoto

Pelatihan Lainnya

PELATIHAN K3 KEBAKARAN KELAS D

Latar Belakang Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Adapun Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah: 1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan. 3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja. Sasaran dan Manfaat Pelatihan • Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya • Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya • Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran. • Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. • Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran. • Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal

Selengkapnya

Pelatihan P3K (First Aid)

LATAR BELAKANG  Kecelakaan kerja bisa saja terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja ditempat kerja. Oleh karena itu perlu dipersiapkan program mitigasi guna mengurangi akibat atau kerugian dari kecelakaan kerja tersebut. Salah satu program mitigasi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan adalah program Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Program P3K akan bias terlaksana dan berfungi dengan baik dan efektif apabila perusahaan telah memiliki petugas P3K yang kompeten. Untuk memiliki petugas yang kompeten dalam bidang P3K maka perlu pelatihan bagi petugas P3K yang ditunjuk. Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan pelatihan yang membekali pegawai/tenaga teknis menangani pencegahan (prevention) keadaan yang lebih buruk pada kecelakaan di lingkungan kerja.

Selengkapnya

Pelatihan K3 Teknisi Perancah

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kehandalan seorang scaffolder yunior dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sehingga efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja penggunaan scaffolding yang dibangun lebih terjamin. M A N F A A T Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu : A.Mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding B.Mengetahui dan menjelaskan rancang bangun beserta jenis jenis scaffolding C.Merangkai atau memasang : 1.Scaffolding rangka besi (Fabricated frame scaffolding) 2.Scaffolding independent (Tube and coupler scaffolding) D.Menghitung lebar ganjal dan membaca gambar scaffolding E.Memilih dan memasang papan landasan pada lantai kerja dan tangga F.Mengangkat dan menurunkan barang dari dan ke lantai kerja G.Mempergunakan dan menangani tali temali dengan beberapa cara pengikatan D U R A S I Program ini dirancang 40 jam pelajaran @ 45 menit atau 4 hari kerja. PERSYARATAN PESERTA Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka diharapkan peserta hendaknya mereka yang berkecimpung dibidang konstruksi bangunan, keselamatan kerja khususnya bagi mereka yang menangani perancah (scaffolding). M A T E R I Dasar 1. Undang-undang No. 1 tahun 1970 2. Permenaker No.1 / Men / 1980 3. SKB Menaker dan MenPU no.174/Men/1986 4. Pengetahuan dasar perancah 5. Jenis – jenis perancah 6. Standar dan Pedoman teknis perancah 7. Dasar – dasar perhitungan konstruksi perancah 8. Supervisi perancah 9. Penggunaan perancah yang aman 10. Pemasangan dan pembongkaran perancah Praktek dan Evaluasi 1. Praktek dan evaluasi Lapangan a. Memasang dan membongkar scaffolding rangka besi b. Memasang dan membongkar scaffolding independent 2. Evaluasi Akhir

Selengkapnya

Rp. 4.500.000

Training Bekerja di Ketinggian TKBT II

LATAR BELAKANG TRAINING K3 BEKERJA PADA KETINGGIAN Kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian merupakan kecelakaan yang sangat umum dan cukup tinggi dibergai sektor industri. Cedera yang ditimbulkan dari luka karena kecelakaan jenis ini biasanya cukup serius karena bagian-bagian vital tubuh seperti kepala atau kaki menjadi bagian yang paling sering terkena. Seseorang yang jatuh dari ketinggian 2 meter sudah mempunyai peluang untuk mengalami cedera yang fatal. Menurut Permenaker 09 Tahun 2016

Selengkapnya

« » page 1 / 2