Kategori Pelatihan :

Pelatihan K3 Operator Forklift

0
Rated 0 out of 5
0 / 5 bintang (Berdasarkan 0 ulasan)
Sangat baik0%
Bagus sekali0%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+

Share :

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Status Saat ini
Kamu Belum Ikut
Biaya
RP 3.500.000
Yuk Mulai
This pelatihan is currently closed

Deskripsi Pelatihan

Latar Belakang

Semakin meningkatnya Teknologi dan kebutuhan industri untuk proses membantu mempercepat produksi, maka salah satu pesawat angkat angkut yang dibutuhkan adalah penggunaan Forklift di bidang industri dan jasa, adapun penggunaan forklift ini juga dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan yang dapat menimbulkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa manusia, sehingga perlu diusahakan meminimalisir kecelakaan yakni dengan inspeksi pesawat forklift dan Pembinaan terhadap operatornya.

Oleh karena Operator Forklift mempunyai peran penting dalam mengoperasikan Forklift, maka untuk mencegah kecelakaan perlu suatu kualifikasi dan syarat-syarat operator pesawat angkat dan angkut sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. 08 Tahun 2020.

Tujuan Pelatihan :

  • Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan Forklift,
  • Meningkatkan skill pada tenaga kerja operator Forklift sehingga dapat mencegah/mengurangi kecelakaan kerja.

Dasar Hukum Pelatihan

  1. UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja,
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. 20 Tahun 2020 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut.

Reviews

0
Rated 0 out of 5
0 / 5 bintang (Berdasarkan 0 ulasan)
Sangat baik0%
Bagus sekali0%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama menulis satu.

Pelatihan Lainnya

RP 7.000.000

Training Calon Ahli K3 Umum Batch 6

Program Training Calon Ahli K3 Umum adalah program dari Pemerintah untuk mempersiapkan Calon ahli-ahli K3 untuk di berbagai perusahaan yang dapat membantu meminimalisir atau memanage supaya tidak terjadi Kecelakaan Kerja di perusahaan. Program ini memberikan pelatihan khusus bagi seseorang atau tenaga teknis tertentu untuk menjadi ahli K3 sebagaimana dimaksud dalam UU 1 tahun 1970

PELATIHAN K3 KEBAKARAN KELAS D

Latar Belakang Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Adapun Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah: 1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan. 3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja. Sasaran dan Manfaat Pelatihan • Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya • Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya • Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran. • Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. • Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran. • Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal

Pelatihan P3K (First Aid)

LATAR BELAKANG  Kecelakaan kerja bisa saja terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja ditempat kerja. Oleh karena itu perlu dipersiapkan program mitigasi guna mengurangi akibat atau kerugian dari kecelakaan kerja tersebut. Salah satu program mitigasi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan adalah program Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Program P3K akan bias terlaksana dan berfungi dengan baik dan efektif apabila perusahaan telah memiliki petugas P3K yang kompeten. Untuk memiliki petugas yang kompeten dalam bidang P3K maka perlu pelatihan bagi petugas P3K yang ditunjuk. Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan pelatihan yang membekali pegawai/tenaga teknis menangani pencegahan (prevention) keadaan yang lebih buruk pada kecelakaan di lingkungan kerja.

Pelatihan K3 Teknisi Perancah

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kehandalan seorang scaffolder yunior dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sehingga efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja penggunaan scaffolding yang dibangun lebih terjamin. M A N F A A T Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu : A.Mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding B.Mengetahui dan menjelaskan rancang bangun beserta jenis jenis scaffolding C.Merangkai atau memasang : 1.Scaffolding rangka besi (Fabricated frame scaffolding) 2.Scaffolding independent (Tube and coupler scaffolding) D.Menghitung lebar ganjal dan membaca gambar scaffolding E.Memilih dan memasang papan landasan pada lantai kerja dan tangga F.Mengangkat dan menurunkan barang dari dan ke lantai kerja G.Mempergunakan dan menangani tali temali dengan beberapa cara pengikatan D U R A S I Program ini dirancang 40 jam pelajaran @ 45 menit atau 4 hari kerja. PERSYARATAN PESERTA Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka diharapkan peserta hendaknya mereka yang berkecimpung dibidang konstruksi bangunan, keselamatan kerja khususnya bagi mereka yang menangani perancah (scaffolding). M A T E R I Dasar 1. Undang-undang No. 1 tahun 1970 2. Permenaker No.1 / Men / 1980 3. SKB Menaker dan MenPU no.174/Men/1986 4. Pengetahuan dasar perancah 5. Jenis – jenis perancah 6. Standar dan Pedoman teknis perancah 7. Dasar – dasar perhitungan konstruksi perancah 8. Supervisi perancah 9. Penggunaan perancah yang aman 10. Pemasangan dan pembongkaran perancah Praktek dan Evaluasi 1. Praktek dan evaluasi Lapangan a. Memasang dan membongkar scaffolding rangka besi b. Memasang dan membongkar scaffolding independent 2. Evaluasi Akhir
« » page 1 / 3