Training Bekerja di Ketinggian TKBT II

0
Rated 0 out of 5
0 / 5 bintang (Berdasarkan 0 ulasan)
Sangat baik0%
Bagus sekali0%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Share :

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on google
Google+

Share :

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Status Saat ini
Kamu Belum Ikut
Biaya
Rp. 4.500.000
Yuk Mulai

Deskripsi Pelatihan

LATAR BELAKANG TRAINING K3 BEKERJA PADA KETINGGIAN

Kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian merupakan kecelakaan yang sangat umum dan cukup tinggi dibergai sektor industri. Cedera yang ditimbulkan dari luka karena kecelakaan jenis ini biasanya cukup serius karena bagian-bagian vital tubuh seperti kepala atau kaki menjadi bagian yang paling sering terkena. Seseorang yang jatuh dari ketinggian 2 meter sudah mempunyai peluang untuk mengalami cedera yang fatal.
Definisi Bekerja pada Ketinggian Menurut Permenaker 09 Tahun 2016 :

“Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja pada tempat kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau Orang Lain yang berada di tempat kerja Cidera atau Meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda“.

Permenaker No 09 tahun 2016 ini mewajibkan kepada pengusaha dan atau pengurus untuk menerapkan K3 dalam bekerja di ketinggian. Penerapan K3 dapat dilakukan dengan memastikan beberapa hal berikut :

1. Perencanaan (Dilakukan dengan tepat dengan cara yang aman serta diawasi)
2. Prosedur Kerja (Untuk melakukan pekerjaan pada ketinggian)
3. Teknik (tatacara) Bekerja (yang) aman
4. APD, Perangkat Pelindung Jatuh dan Angkur
5. Tenaga Kerja (kompeten dan adanya Bagian K3)

Pada tahap Perencanaan harus memastikan bahwa pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dengan kondisi ergonomi yang memadai melalui jalur masuk (access) atau jalur keluar (egress) yang telah disediakan. Kemudian masih dalam tahap Perencanaan pihak pengusaha dan atau pengurus wajib :

Menyediakan peralatan kerja untuk meminimalkan jarak jatuh atau mengurangi konsekuensi dari jatuhnya tenaga kerja
Menerapkan sistem izin kerja pada ketinggian dan memberikan instruksi atau melakukan hal lainnya yang berkenaan dengan kondisi pekerjaan
Prosedur Kerja juga wajib ada untuk memberikan panduan kepada pekerja, prosedur ini harus dipastikan bahwa Tenaga Kerja memahami dengan baik isi yang ada di dalamnya. Beberapa hal yang harus ada di dalam prosedur bekerja pada ketinggian meliputi:

1. Teknik dan Cara perlindungan Jatuh
2. Cara pengelolaan peralatan
3. Teknik dan cara melakukan pengawasan pekerjaan
4. Pengamanan tempat kerja
5. Kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

Setiap pengusaha dan atau pengurus wajib memasang perangkat pembatasan daerah kerja untuk mencegah masuknya orang yang tidak berkepentingan. Pembagian kategori wilayah meliputi Wilayah Bahaya, Wilayah Waspada dan Wilayah Aman.

Setiap pengusaha dan atau pengurus wajib memastikan bahwa tidak ada benda jatuh yang dapat menyebabkan cidera atau kematian, membatasi berat barang yang boleh dibawa tenaga kerja maksimal 5 kilogram diluar APD, berat barang yang lebih dari 5 kilogram harus dinaik turunkan dengan menggunakan sistem katrol.

Selain itu pengusaha dan/atau pengurus wajib membuat rencana dan melakukan pelatihan kesiapsiagaan tanggap darurat. Memastikan bahwa langkah pengendalian telah dilakukan untuk mencegah pekerja jatuh atau mengurangi dampak jatuh dari ketinggian baik yang dilakukan pada lantai kerja tetap, lantai kerja sementara, perancah atau scaffolding, bekerja pada ketinggian di alam, pada saat pergerakan dari satu tempat ke tempat lainnya, bekerja pada akses tali, maupun pada posisi bidang kerja miring.

Pada pasal 31, Pengusaha dan atau pengurus wajib menyediakan tenaga kerja yang kompeten yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi dan berwenang di bidang K3 dalam pekerjaan di ketinggian yang dibuktikan dengan Lisensi K3 yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal.

Reviews

0
Rated 0 out of 5
0 / 5 bintang (Berdasarkan 0 ulasan)
Sangat baik0%
Bagus sekali0%
Rata-rata0%
Buruk0%
Sangat Buruk0%

Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama menulis satu.

Pelatihan Lainnya

PELATIHAN K3 KEBAKARAN KELAS D

Latar Belakang Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Adapun Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah: 1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan. 3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja. Sasaran dan Manfaat Pelatihan • Peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran melebihi upaya penanggulangannya • Mengerti bagaimana kebakaran terjadi, penjalarannya, dan bagaimana pencegahan dan penanggulangannya • Memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran. • Mengenal beberapa sarana dan prasarana peralatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. • Mengantisipasi dan mengurangi kerugian akibat kebakaran, dengan membentuk organisasi peran kebakaran. • Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal

Selengkapnya

Pelatihan P3K (First Aid)

LATAR BELAKANG  Kecelakaan kerja bisa saja terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja ditempat kerja. Oleh karena itu perlu dipersiapkan program mitigasi guna mengurangi akibat atau kerugian dari kecelakaan kerja tersebut. Salah satu program mitigasi yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan adalah program Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Program P3K akan bias terlaksana dan berfungi dengan baik dan efektif apabila perusahaan telah memiliki petugas P3K yang kompeten. Untuk memiliki petugas yang kompeten dalam bidang P3K maka perlu pelatihan bagi petugas P3K yang ditunjuk. Training Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan pelatihan yang membekali pegawai/tenaga teknis menangani pencegahan (prevention) keadaan yang lebih buruk pada kecelakaan di lingkungan kerja.

Selengkapnya

Pelatihan K3 Teknisi Perancah

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kehandalan seorang scaffolder yunior dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari sehingga efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja penggunaan scaffolding yang dibangun lebih terjamin. M A N F A A T Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu : A.Mengetahui dan melaksanakan peraturan keselamatan kerja yang berlaku pada saat menangani scaffolding B.Mengetahui dan menjelaskan rancang bangun beserta jenis jenis scaffolding C.Merangkai atau memasang : 1.Scaffolding rangka besi (Fabricated frame scaffolding) 2.Scaffolding independent (Tube and coupler scaffolding) D.Menghitung lebar ganjal dan membaca gambar scaffolding E.Memilih dan memasang papan landasan pada lantai kerja dan tangga F.Mengangkat dan menurunkan barang dari dan ke lantai kerja G.Mempergunakan dan menangani tali temali dengan beberapa cara pengikatan D U R A S I Program ini dirancang 40 jam pelajaran @ 45 menit atau 4 hari kerja. PERSYARATAN PESERTA Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka diharapkan peserta hendaknya mereka yang berkecimpung dibidang konstruksi bangunan, keselamatan kerja khususnya bagi mereka yang menangani perancah (scaffolding). M A T E R I Dasar 1. Undang-undang No. 1 tahun 1970 2. Permenaker No.1 / Men / 1980 3. SKB Menaker dan MenPU no.174/Men/1986 4. Pengetahuan dasar perancah 5. Jenis – jenis perancah 6. Standar dan Pedoman teknis perancah 7. Dasar – dasar perhitungan konstruksi perancah 8. Supervisi perancah 9. Penggunaan perancah yang aman 10. Pemasangan dan pembongkaran perancah Praktek dan Evaluasi 1. Praktek dan evaluasi Lapangan a. Memasang dan membongkar scaffolding rangka besi b. Memasang dan membongkar scaffolding independent 2. Evaluasi Akhir

Selengkapnya

RP 3.500.000

Pelatihan K3 Operator Forklift

Operator Forklift mempunyai peran penting dalam mengoperasikan Forklift, maka untuk mencegah kecelakaan perlu suatu kualifikasi dan syarat-syarat operator pesawat angkat dan angkut sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. PER.09/MEN/VII/2010 tentang Operator dan Petugas Pesawat Angkat dan Angkut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2)

Selengkapnya

« » page 1 / 2